Home Migas Fungsi Sistem Putar (Rotating System) dalam Pemboran Migas dan Geothermal

Fungsi Sistem Putar (Rotating System) dalam Pemboran Migas dan Geothermal

158
0
Sistem Putar
drillingcontractor.org

Sistem putar (rotating system) adalah rangkaian peralatan yang mendukung agar terjadinya perputaran pada rangkaian pipa bor.  Sistem putar termasuk semua peralatan yang digunakan untuk mentransmisikan putaran rotating table ke bit.

Ada beberapa peralatan yang mendukung sehingga terjadinya sistem putar, peralatan tersebut dapat dilihat pada daftar di bawah ini.

Bagian utama dari sistem putar (rotating system) adalah:

1. Swivel

Swivel merupakan alat berbentuk khusus yang digantung pada hook yang berada di bawah traveling block. Swivel berada di puncak batang bor dan karena kontruksinya, memungkinkan drill string berputar bebas selama operasi pengeboran.

Fungsi utama Swivel:
  • Menghubungkan drill string ke hoisting system. Swivel dikaitkan ke hook dan traveling block melaui swivel bail.
  • Memungkinkan rotating system berputar. Drillstring, swivel tidak berputar tetapi menahan swivel stem.
  • Berguna untuk mengalirkan lumpur pemboran dari rotary hose masuk ke drill string.

2. Kelly Pipe

Merupakan pipa yang berbentuk segi empat atau segi enam. Berfungsi sebagai penghantar putaran dari rotary table ke seluruh rangkaian dibawahnya. Gerakan kelly selain berputar searah jarum jam, juga bergerak vertikal (naik turun), sehingga memungkinkan untuk memutarkan dan mengangkat atau menurunkan rangkaian dibawahnya. Ukuran kelly, mempunyai panjang 13-14 dan 16.5 m, lebih panjang dari pada drill pipe dan drill collar.

3. Rotary Table

Adalah mesin pemutar yang terletak di tengah lantai bor tepat dibawah crown block. Rotary table bila digunakan dengan kelly bushing dan master bushing berguna untuk meneruskan gaya putar. Bila di gunakan dengan rotary slip di gunakan untuk mengantung drill dtring di dalam lubang sewaktu tripping in drill string dan tripping out drill string.

4. Drill Pipe

Fungsinya sebagai pipa penyambung dan penghantar putaran dari kelly ke bit. Pada bagian ujung-ujung pipa dibuat membesar atau disebut “up set” tool joint, karena dibagian itu meneima beban tegangan terbesar dan sebagai tempat rotary tong. Ukuran drill pipe selain garis tengah juga panjangnya yang disebut R1,R2, dan R3.

  • R1, sudah tidak pernah pakai.
  • R2, panjangnya 27-30 ft.
  • R3, panjangnya 38-45 ft.

Baca juga: Cara kerja sistem angkat

5. Drill Collar

Merupakan pipa pemberat dari pada seluruh rangkaian yang dipasang dibagian paling bawah. Fungsinya sebagai pemberi beban pada bit, yang berkisara 40%-50% dari beratnya drill collar. Bentuk badanya ada 2 macam, berbentuk standard dan berbentuk spiral.

6. Bit

Bit berada pada paling bawah dari pada susunan drill string. Yang berfungsi untuk menghancurkan dan menembus batuan formasi pada saat operasi pemboran berlangsung (membuat lubang bor).

Ada empat jenis bit yang di gunakan dalam pemboran:

a. Drag bit

Bit ini tak mempunyai bagian yang bisa bergerak dan membor dengan gaya keruknya. Mula-mula pemboran dilakukan dengan bit type ini, sekarang hanya digunakan untuk formasi-formasi yang lunak dan dalam banyak hal telah digeser kedudukannya oleh rolling cutter bit.
Masalah yang timbul dengan menggunakan bit ini adalah :

  • Lubang bengkok.
  • Lubang berdiameter kurang dari yang diminat (under gauge).
  • Balling (dilapisi padatan-padatan) pada pemboran formasi shale.
b. Roller cutter bit

Roller cutter bit adalah bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapatberputar untuk menghancurkan batuan. Pada cone terdapat gigi-gigi yang relatif makin pendek dan banyak gigi untuk formasi lunak. Cone pada bit ini bisanya 3 cone, dan cone tidak mempunyai as yang sama.

c. Tricone bit

Tricone bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapatberputar untuk menghancurkan batuan. Pada cone terdapat gigi-gigi yang relatif makin pendek dan banyak gigi untuk formasi lunak samapi sedang. Cone pada bit ini bisanya 3 cone, dan cone tidak mempunyai as yang sama.

d. Diamond bit (PDC bit, Core bit)

Diamond bit membor berdasarkan penggoresan atau penggilingan butir-butir intan yang dipasang pada matrik besi atau carbide. Intan merupakan zat yang sampai sekarang dianggap paling keras dan dapat membor pada formasi-formasi keras dan abrasif. Sedangkan Core bit digunakan untuk coring atau mengambil sample batuan inti pengeboran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here