Materi Migas Pengertian Bahan Bakar Biodiesel B30

Pengertian Bahan Bakar Biodiesel B30

32
0
Bahan Bakar Biodiesel B30

Bagi yang belum tahu apa itu Biodiesel, maka artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang pengertian bahan bakar Biodiesel atau yang lebih dikenal dengan istilah B30.

B30 merupakan bahan bakar Nabati untuk aplikasi pada mesin kendaraan seperti halnya mobil dan motor yang asalnya sendiri dari ester metil asam lemak atau dalam bahasa lainnya disebut dengan (fatty acid methly ester).

Bahan bakar Biodiesel ini dikembangkan oleh pemerintah demi mendapatkan sumber bahan bakar baru yang jauh lebih irit dan tentunya raham lingkungan.

Biodiesel sendiri merupakan bahan bakar nabari yang berasal dari beberapa bahan organik yang ada di bumi. Adapun jenis-jenis bahan bakar nabari ini mulai dari Biodiesel, Bioetanol dan minyak nabati murni.

Indonesia untuk saat ini mengelola bahan baku biodiesel berasal dari tanaman kelapa sawit atau biasa disebut dengan CPO.

Selain dari CPO, bahan baku lainnya didapatkan dari beberapa tanaman lain yang mengandung minyak seperti kemiri cina, nyamplung, jarak pagar, kemiri sunan serta tanaman jenis lainnya yang memiliki kriteria untuk bahan biodiesel.

Bagaimana Cara Pembuatan Bahan Bakar Biodiesel B30 Ini?

Dalam proses pembuatan bahan bakar ini terbilang tidak rumit, umumnya memakai reaki metanolisis atau bahasa lainnya yaitu (transesterifikasi Dengan metanol) antara minyak nabati dengan metanol yang dibantu oleh katalis basa (KOH, NaOH dan Aasam Sodium Methylate).

Dari perpaduan ini akan menghasilkan campuran ester metil asam lemak dengan ikatan gliserol.

Skema proses pembuatan Biodiesel sendiri dimulai dari proses metanol + Katalis – penyiapan – Esterifikasi dan Trans-eterifikasi – Pencucian + pengeringan – Biodiesel.

Sedangkan dari tahap Pencucian – Distilasi – Pemurnian – Gliserin (Produk sampingan) dari pengelolahan Biodiesel yang didapatkan pada tahap pencucian.

Apa sih Fungsi dari Bahan Bakar B30 ini?

Fungsi penggunaan dari biodiesel ini jelas akan menggantikan bahan bakar minyak seperti solar atau diesel yang mana merupakan energi alternatif yang jauh ramah lingkungan. Biodiesel sendiri bisa di aplikasikan dalam bentuk 100% atau campuran bagi minyak solar seperti B20.

Perkembangan Bahan Bakar B30

Saat ini biodiesel masih dalam tahap perkembangan mendatori yang sudah di implementasikan sejak tahun 2008 yang lalu dengan campukran kadar biodiesel sekitar 2.5% saja.

Sedangkan di tahun 2015 ada peningkatan kadar mulai dari 10% sampai 15% hingga di tahun 2016 ada pencampuran bahan biodiesel mencapai 20% pada bahan bakar kendaraan.

Tujuan Dengan Adanya Implementasi Mandatori BBN

  1. Meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi untuk negeri
  2. Stabiliasi harga dari minyak kelapa sawit atau CPO
  3. Meningkatkan nilai tambah dari hasil industri kelapa sawit
  4. Sebagai pemenuhan target 23% kontribusi EBT dalam total energi 2025
  5. Mengurangi penggunaan atau konsumsi dan impor BBM
  6. Mengurasi emisi GRK atau polusi
  7. Memperbaiki defisit neraca perdagangan negara

Penggunaan B30

Pada prinsipnya bahan bakar ini dikhususkan untuk penggunaan dengan metode campuran agar komposisi yang didapatkan cukup imbang, contohnya saja kalau untuk mesin diesel biasa harus dibutuhkan penyesuaian jika penyimpanan biodiesel terbuat dari bahan yang sensitif seperti seal, gasket atau perekat yang terdapat pada mpbil yang pada dasarnya harus steril.

Biodiesel ini juga tidak menyebabkan karak pada tangki bahan bakar karena terdapat kandungan senyawa ester yang dipakai sebagai pelarut/pembersih kotoran yang tertinggal pada mesin.

Itulah informasi seputar bahan bakar biodiesel B30 yang harus anda ketahui. Terimakasih.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here