Home Migas Komponen Utama dalam Pemboran Migas dan Panas Bumi (Geothermal)

Komponen Utama dalam Pemboran Migas dan Panas Bumi (Geothermal)

83
0
Komponen Menara Pemboran

Dalam suatu operasi pemboran terdapat berbagai komponen utama yang sangat penting. Komponen utama dalam pemboran tersebut terdiri dari beberapa bagian dan peralatan.

A. Power System

Merupakan system daya yang digunakan selama operasi pemboran berlangsung.

B. Hoisting System

Alat untuk menaikkan dan menurunkan drill string, casing string, atau peralatan-peralatan lainnya. Terdiri dari:

  • Supporting stucture
  • Hoisting equipment
  • Derrick: menyediakan kebutuhan ketinggian vertikal untuk menaikkan atau menurunkan pipa ke dalam lubang.
  • Block & Tackle: terdiri dari Crown Block, Traveling Block, Drilling Line. Berfungsi untuk memudahkan penanganan beban berat secara mekanis.
  • Drawworks: menyediakan hoisting dan breaking power yang dibutuhkan untuk mengangkat dan menurunkan rangkaian pipa. Terdiri dari:
  • Drum
  • Brakes
  • Transmisi
  • Cathead

C. Circulating System

Fungsi: Untuk memindahkan serpih bor (rock cutting) dari lubang sumur pada saat pemboran berjalan dgn fluida pemboran.

Sistem sirkulasi terdiri dari:

  • Pompa lumpur
  • Mud pit
  • Peralatan campuran lumpur
  • Peralatan pembersih kontaminan

Aliran fluida pemboran: fluida pemboran/lumpur pemboran mengalir dengan siklus:

  • Mud Tank
  • Pompa lumpur
  • Saluran permukaan, tekanan tinggi
  • Drilling string
  • Bit

D. Rotating System

Sistempenggerak putar yang meneruskan gaya putar dari permukaan kedalam lubang bor.

Peralatan yang membuat bit berputar terdiri dari:

  • Swivel
  • Kelly (jarangdigunakanlagi)
  • Rotary drive
  • Rotary table (sekarangjarangdigunakan, digantikandengan top drive)
  • Drill pipe
  • Drill collar
  • Bit

E. Blowout Preventer System

Sistem yang berfungsi untuk mencegah semburan liar fluida (kick/blow-out) dari dalam formasi batuan melalui lubang bor akibat tekanan yang tinggi

F. Casing

Fungsi:

  • Mencegah lubang sumur collapse
  • Mengisolasi fluida di lubang sumur dgn fluida di formasi
  • Meminimisasi kerusakan karena proses pemboran dan lingkungan bawah permukaan
  • Menyediakan konduit yang tahan tekanan dan temperatur tinggi
  • Mengisolasi hubungan antara formasi/reservoir di lubang sumur.

Jenis Casing:

  • Conductor casing
  • Surface casing
  • Production casing

G. Lumpur Pemboran

Definisi: campuran fluida yang komplek yang terdiri atas zat kimia dan padatan yang secara terus menerus dipompakan dan disirkulasikan dari mud pits dgn tekanan tinggi ke lubang sumur melalui drill string dan kembali ke permukaan melalui annulus selama proses pemboran.

Fungsi lumpur pemboran:

  • Mengontrol tekanan hidrostatik
  • Mengangkat cutting dari dasar sumur
  • Membentuk Mudcake yang tipis dan licin
  • Mendinginkan dan melumasi drill string sehingga bisa mengurangi panas yang diderita
  • CuttingSuspension
  • Media Logging
  • Mencegah terjadinya collapse dari dinding sumur

H. Penyemenan

Penyemenan atau cementing adalah sutau proses pendorongan bubur semen ke dalam lubang sumur melalui casing menuju annulus casing-formasi dan dibiarkan untuk beberapa saat hingga mengering dan mengeras sehingga dapat melekatkan casing dgn formasi. Semen: Zat yang mampu mengeras didalam air.

Tujuan penyemenan casing adalah:

  • Melekatkan casing dengan formasi
  • Mencegah terjadinya hubungan antar formasi
  • Menjaga dari tekanan formasi yang berlebihan
  • Mencegah korosi
  • Mengisolasi zona berbahaya, agar pemboran dapat dilanjutkan.

Primary cementing dan secondary cementing

1. Primary cementing

Primary cementing merupakan proses penyemenan yang pertama kali dilakukan ketika casing telah diturunkan ke dalam lubang bor.

2. Secondary cementing

Proses penyemenan untuk memperbaiki penyemenan pertama yang tidak sempurna (terdapat celah-celah yang tidak tersemen), menutup lubang perforasi, dan menutup formasi untuk membelokkan lubang pemboran.

  • Untuk melihat kualitas dari proses primary cementing dansecondary cementing dilakukan dgn CBL.
  • Untuk mendapatkan kualitas bubur semen yang baik maka perlu ditambahkan zat additif yang sesuai dengan keadaan formasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here