Home Migas Additive Pada Lumpur Pemboran dan Fungsinya

Additive Pada Lumpur Pemboran dan Fungsinya

192
0
additive

Zat additive pada lumpur pemboran memiliki fungsi yang sangat penting untuk tercapainya hasil yang diinginkan agar berhasilnya suatu operasi pemboran.

Berikut adalah bahan additive pada lumpur pemboran.

Additive pada Lumpur Pemboran dan Fungsinya

1. Bentonite/Wyoming Bentonite menaikkan viscositas dan menurunkan fluida loss dari lumpur dasar air tawar

2. Attapulgite menghasilkan viscositas jika digunakan pada air asin

3. Asbestos menghasilkan viscositas yang efektif pada lumpur air tawar, maupun air asin

4. Polymer mengontrol filtration loss, viscositas, flokulasi dan penstabil shale

5. Lime/semen menaikkan viscositas

6. Barite(BaSO4) menaikkan densitas dari semua jenis lumpur

7. Oksida Besi(Fe2O3) menaikkan filtration loss dan menaikkan ketebalan mud cake

8. Galena(PbS) untuk masalah pemboran khusus kick

9. Calcium Carbonat(CaCO3) mendapatkan densitas lumpur sampai 10.8 lb/gal pada oil base mud dan fluida work over

10. Larutan Garam memformulasikan solid free work over fluid

11. Phospate menghasilkan keseimbangan listrik dan memungkinkan partikel-partikel mengembang dengan bebas dalam larutan.

12. Sodiumcartboxy methycellulose (cmc) sebagai fluid loss control dan sebagai viscosifer

13. X–C polymer mengurangi api filter loss lumpur pemboran

14. Ben-Ex mengikat partikel clay bersama-sama pada shear rate rendah.

15. Lignins, Tannins, dan Lignosulfonates memberikan sifat fluid loss control

16. Diesel oil mengurangi water loss tetapi pada temperatur dan tekanan tinggi water loss tidak terpengaruh oleh minyak.

17. Fibrous Material menutup rongga-rongga yang besar karena mengandung serat kasar yang dapat memberikan kemampuan membungkus dengan baik.

18. Granular Material menutup zona porous

19. Flakes Material menyumbat zona porous

20. Barite dan Bentonite untuk menutup /menyumbat formasi yang porous

21. Squeeze Technique menyelesaikan program-program lost circulation

22. Floculant mengikat padatan yang berasaldari serbuk bor agar menggupal sehingga mudah diambil dengan cara penyaringan dan pengendapan.

23. Corrison Control Agent mengontrol korosi

24. Defoamer memecah busa dalam lumpur pemboran

25. Pengatur PH mengatur ph lumpur pemboran

26. Pelumas Lumpur pelumas bagi bit dan drill string

27. Anti Differtial Sticking Additive untuk mencegah atau mengatasi masalah jepitan pipa

28. Hematite (Fe2SO3) mengontrol Density Lumpur pemboran

29. Ilmenite (FeO. TiO2) mengontrol Density lumpur pemboran

30. Sodium Acid Pyro Phospat (SAPP) mempunyai pH kurang lebih 4, fungsinya untuk memperbaiki keadaan lumpur yang terkontaminasi dengan semen serta dapat digunakan untuk menurunkan viskositas.

31. Quebracho dengan penambahan 2% dari volume lumpur dapat memperbaiki air tapisan dan menurunkan viskositas lumpur.

32. Calcium ligno sulfonate sangat baik untuk dispersant pada calcium treated muds ataupun lime treated muds

33. Poly Melamine Sulfanate aditif yang dapat mengurangi viscositas semen

34. Extander membuat volume slurry menjadi lebih banyak untuk tiap sak semen

35. Retarder memperpanjang waktu pemompaan misalnya untuk zona-zona yang temperaturnya besar, karena temperature mempercepat reaksi kimmia antara semen dan air hingga thickeninh time lebih singkat

36. Accelerator mempercepat thickening time.

37. Low Filtration Addictive mengontrol pengendapan padatan bila ada perbedaan tekanan yang besar antara slurry dan zone yang mempunyai permeabilitas tinggi, karena air pada slurry akan meresap masuk kedalam zone tersebut.

38. Lost Circulation Addictive mengatasi masalah loss circulation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here